

Sesi foto bersama para pembicara Bisnis Indonesia Forum di GIICOMVEC 2026. (Kiri ke Kanan): Kahfi, Moderator Bisnis Indonesia; M. Risal Wasal, Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan RI; Gerry Ardian, Chief Innovation Officer B-LOG; dan Aji Jaya, Sales & Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors.
Tangerang, 10 April 2026 – PT Trimitra Trans Persada Tbk (B-LOG) menegaskan kesiapan perusahaan dalam mendukung kebutuhan distribusi nasional, khususnya untuk produk sensitif terhadap suhu, melalui penguatan layanan 3PL cold chain. Komitmen ini disampaikan dalam forum Bisnis Indonesia bertajuk “Tantangan dan Peluang Industri Cold Chain di Indonesia” pada ajang GIICOMVEC 2026, Kamis, 9 April 2026.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki kebutuhan yang semakin besar terhadap sistem logistik yang mampu menjaga kualitas produk, terutama untuk komoditas sensitif terhadap suhu seperti produk pangan olahan, hasil perikanan, hingga kebutuhan konsumsi harian. Seiring perubahan pola konsumsi masyarakat, kebutuhan terhadap distribusi bersuhu terjaga juga terus berkembang dan tidak lagi terbatas pada kota-kota besar, tetapi semakin relevan bagi wilayah 3T, kawasan pertumbuhan baru, hingga destinasi wisata.
Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan RI, M. Risal Wasal, menyampaikan bahwa pengembangan cold chain di Indonesia membutuhkan kesiapan yang menyeluruh, bukan hanya dari sisi moda angkut, tetapi juga pada kesinambungan penanganan, dukungan infrastruktur, dan efisiensi sistem logistik secara keseluruhan.
“Perubahan pola konsumsi masyarakat mendorong kebutuhan cold chain yang lebih terintegrasi untuk menjaga kualitas produk dari hulu ke hilir. Hal ini sejalan dengan pengembangan koridor ekonomi Indonesia, di mana setiap wilayah memiliki peran strategis, seperti koridor Jawa sebagai penggerak industri dan jasa, Bali–Nusa Tenggara sebagai pintu pariwisata, serta Sulawesi dengan potensi perikanan yang melimpah. Perbedaan karakteristik tersebut menunjukkan pentingnya keterhubungan logistik yang terintegrasi, khususnya cold chain, agar kualitas produk tetap terjaga hingga ke pasar dan destinasi wisata. Kami selaku pemerintah telah melakukan penguatan regulasi dan sistem logistik nasional, termasuk pengembangan efisiensi multimoda dan digitalisasi. Ke depan, dukungan dari pelaku usaha menjadi kunci agar sistem ini dapat berjalan efektif dan menjaga kualitas produk secara konsisten,” ujar M. Risal Wasal
Pandangan tersebut menegaskan bahwa penguatan cold chain tidak hanya berkaitan dengan kapasitas logistik, tetapi juga kesinambungan penanganan, kesiapan infrastruktur, serta efisiensi sistem logistik secara menyeluruh.
Menanggapi hal tersebut, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang 3PL cold chain, B-LOG melihat bahwa kebutuhan industri saat ini memerlukan kesiapan operasional yang tidak hanya luas dari sisi jangkauan, tetapi juga konsisten dalam menjaga kualitas produk di seluruh proses distribusi.
Sejalan dengan perkembangan Perseroan yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia pada Juli 2025, B-LOG terus memperkuat fondasi layanan 3PL cold chain sebagai bentuk kesiapan dalam mendukung kebutuhan distribusi nasional.
“Dengan melantainya B-LOG di Bursa Efek Indonesia, hal ini menjadi bukti kesiapan kami untuk turut mendukung penguatan sistem logistik nasional, khususnya cold chain. Kami siap mendukung kebutuhan logistik cold chain di Indonesia melalui penguatan tiga pilar utama, yaitu perluasan jaringan distribusi, kesiapan sumber daya manusia, serta pemanfaatan sistem teknologi yang adaptif,” ujar Gerry Ardian, Chief Innovation Officer B-LOG.
Sebagai pelaku industri, B-LOG melihat bahwa kebutuhan cold chain saat ini semakin menuntut layanan yang terintegrasi dan konsisten. Hal ini mencakup pengendalian suhu sejak tahap penyimpanan, hingga produk diterima oleh pelanggan akhir. Dengan dukungan infrastruktur cold storage dan armada cold chain transportation, B-LOG terus memperkuat kesiapan operasionalnya untuk menjawab kebutuhan distribusi yang terus berkembang di berbagai wilayah Indonesia.
Kesiapan operasional tersebut turut diperkuat melalui kolaborasi dengan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sebagai penyedia kendaraan niaga, yang berperan dalam mendukung armada distribusi B-LOG, khususnya untuk pengiriman produk dengan kebutuhan suhu terjaga.

“Kami memahami bahwa operasional cold chain membutuhkan kendaraan yang andal dan siap digunakan di berbagai kondisi. Karena itu, kami terus memperkuat dukungan armada dan layanan untuk mendukung kelancaran industri ini,” ujar Aji Jaya, Sales & Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors.
Melalui penguatan operasional dan dukungan armada tersebut, B-LOG berupaya memastikan proses distribusi dan penyimpanan dapat berjalan lebih konsisten di berbagai wilayah, sekaligus menjawab kebutuhan industri terhadap layanan logistik cold chain yang semakin berkembang dan kompleks.
Saat ini, B-LOG didukung oleh lebih dari 3.400 unit armada dan 15 titik storage di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, dalam menjaga konsistensi kualitas barang, B-LOG menerapkan sistem high velocity operations dalam pengelolaan pergudangan, sehingga produk tidak tersimpan terlalu lama di gudang dan dapat lebih cepat sampai ke pasar dengan kualitas yang tetap terjaga.
Melalui langkah tersebut, B-LOG menghadirkan layanan logistik yang lebih terstruktur dalam menjaga kualitas distribusi produk, sekaligus menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.